Minggu, 20 Juni 2010

Pernah membayangkan bentuk fisik dari sifat berani ga? Ga perlu repot cari ke terminal bus Rambutan atau ke dalam pasar tempat ngumpul para centeng dan preman, nampaknya banyak yang dengan mudah ditangkap seliweran di depan mata kita sehari-hari. Ayo kita sebut aja deh yang paling simple mulai dari nyelametin kucing tetangga, ngejar-ngejar maling jemuran, sampai bantuin ibu kita masak butuh keberanian juga lho!, gimana ga butuh keberanian bisa-bisa kelaperan satu isi rumah kalo ga ada yang mau makan soal masakan tak sedap (sambil pamer pernah kuliah bidang kuliner). Kadang terlintas juga "apa bener itu yang namanya berani?", berani bertindak secara fisik atau kalau dibutuhkan main kasar juga ga masalah.

Bisa dibilang dulu aku termasuk anak kecil yang berani atau bisa disebut bodoh dengan sikap ugal-ugalan yang sebagian dari teman sebaya tidak akan berbuat demikian. Mau tahu apa saja kegiatan ku waktu itu? ketik REG spasi LAMPAU sekarang juga, coba ku ingat beberapa cerita yang menyenangkan.


Senin, 14 Juni 2010

Beranjak dewasa, mungkin itu yang tengah kualami beberapa hari belakangan ini, hampir semua manusia yang ku kenal telah mengalaminya dan juga menolaknya. Sebuah pertanyaan pribadi dari apa yang telah Penciptaku berikan di hari-hari penuh dengan kesulitan. Hoam..enough talkin' shit, just do it. Masih terjebak dengan kebiasaan lama, tulisan ini udah ada di folder C: My Document  rumah dari kapan tau tapi sudahlah..yang penting usaha.

Lintas kereta, lintas kasta

Aku melakukan perjalanan ke daerah barat beberapa waktu yang lalu bersama seorang kawan, bekerja, serabutan tepatnya. Bekerja pada sekelompok orang-orang beradab yang mengenyam pendidikan tinggi tapi tidak tahu apa-apa mengenai cara bersosial yang manusiawi dengan sesama (terutama dalam urusan harga). Beberapa kali kami berdua menjejakkan kaki di markas mereka, aku ditemani oleh seorang karib lama yang juga mengerjakan “proyek” mikro ini. Mereka mungkin juga tak peduli asalkan hasrat mereka terpuaskan dengan cepat, dan kami pun tak masalah asal semua terbayarkan menurut tenggat.

another spot for video profile, pantai dadap Tangerang

Akhirnya kami harus bolak balik Jakarta-Bekasi-Tangerang selama pekerjaan berlangsung. Perjalanan kami kadang menggunakan sepeda motor, angkutan umum maupun kereta listrik kebangaan warga ibukota. Ada satu perjalanan menarik sepulang dari sana. Aku menaiki kereta rakyat "kelas kambing" dengan gerbong berkarat lengkap dengan hujan deras,
Contoh paling mudah mengidentifikasi letak rasa tak bersyukur dalam diriku ini adalah mengabaikan orang-orang terdekat mulai dari keluarga sampai kekasih.

Kekasih? apa benar aku punya? seharusnya kalaupun ada kita sudah melakukan banyak kegiatan bersama-sama, bukan satu atau dua kali perjumpaan dalam sebulan.



Siang siang habis makan

Selasa, 08 Juni 2010

Lagu 3 jaman buatku, great song and always gave me dozens good atmospheres. Teringat masa kecil yg bengal, aroma remaja yang liar, hingga sekarang lupa rasanya jadi mereka yg benar-benar lepas. ^^

Omar..omar..suaramu begitu bagus pasti lah merdu, wajahmu unik, sayang...teman-teman selalu mengira aku menyukai sesama jenis setiap aku memuji aransemen plus lirik tembangmu. Lagu ini seolah ada dimanapun kakiku menjejak. Jamannya bader beud waktu SD, kakak tertuaku sudah berdendang lagu ini di kamar mandi, terus pindah ke Bandung masa SMP apalagi, ternyata sahabat dekatku selera musiknya sangatlah tua untuk remaja seusianya dan kembali lagu ini pun sempat menghiasi momen singkat dan padatnya Jl. Burangrang, pesantren Cimahi, Pasteur Gunung batu, Metro Sanggar hurip, tidak lupa Ciumbeleuit hingga bukit dan puncak Jayagiri. Mulai terhirup hawa kebebasan dan bau kalimat kalian yang renyah mampir di ingatan.

I miss you all... i mean, I'm missing you all now. Let it be, mates. No matter where you hiding now whether in what motherland I'll never know, no one could ever have what we have because there's nothing like this.

Thank you old man, thank you best friends.


Pleeaaaasee welcome, ladies and gentlements... the only one Omar!



 

Copyright 2010 Pecandu Madu.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.